Ruangabjad.id – Desa Perdana, Kabupaten Pandeglang – Mahasiswa KKM Tematik Literasi Kelompok 27 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) menghidupkan semangat membaca di SDN Perdana 1 dan 2 melalui program literasi selama satu pekan. Mereka mengajak siswa untuk membaca, menulis, dan berkarya, dengan dukungan penuh dari Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Pustaka Cakrawala NKS dan pemerintah desa.

Sejak awal, para mahasiswa merancang kegiatan dengan target jelas: menumbuhkan minat baca, mengasah keterampilan literasi, dan membangun kepercayaan diri anak-anak. Selain itu, mereka memastikan kegiatan selaras dengan jenjang pendidikan masing-masing siswa. Lomba mewarnai ditujukan untuk kelas 1–2, lomba mengulas cerita untuk kelas 3–4, dan lomba menulis cerita untuk kelas 5–6.

Di setiap lomba, siswa belajar berpikir kritis, mengasah kreativitas, dan berani mengungkapkan ide lewat tulisan maupun gambar. Kemudian, hasil karya tersebut dipamerkan dalam acara puncak.

Puncak Kegiatan: Gema Literasi Desa Perdana

Acara puncak Gema Literasi Desa Perdana berlangsung pada 2 Agustus 2025. Saat itu, siswa menampilkan tarian Mojang Priangan, tarian Domba Kuring, dance, dan pembacaan puisi.

Sementara itu, mahasiswa menyuguhkan pantomim dan flash mob bersama seluruh anggota kelompok. Kehadiran masyarakat, orang tua, guru, dan perangkat desa membuat suasana semakin meriah, sekaligus menunjukkan dukungan nyata terhadap gerakan literasi di desa ini.

Dukungan Pemerintah dan Sekolah

Sekretaris Desa Perdana, Taufik Baihaki, mengajak siswa untuk rajin membaca, baik di sekolah maupun di rumah. Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak-anak dan memanfaatkan TBM Cakrawala sebagai pusat belajar.

Baca juga : KKN Universitas Cendekia Abditama 2025 di Panongan Resmi Ditutup

Kepala SDN Perdana, Edi Brata, M.Pd., menyebut kegiatan ini sejalan dengan program sekolah. Selama satu minggu penuh, mahasiswa mendampingi siswa membaca, menulis, dan berkreasi. Hasilnya, keterampilan literasi siswa meningkat pesat, baik dari segi keberanian berbicara maupun kemampuan menuangkan ide.

Ketua Kelompok 27, Rachmad Gilang, memandang kegiatan ini sebagai pengalaman berharga. Di satu sisi, mereka belajar banyak dari anak-anak. Di sisi lain, mereka semakin paham bahwa literasi merupakan fondasi penting bagi pembangunan masyarakat.

Gema Literasi membuktikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, TBM, dan masyarakat mampu memberikan dampak nyata. Dengan demikian, gerakan literasi di Desa Perdana diharapkan terus berlanjut dan berkembang.